
Dari judulnya sudah dapat kita tangkap bahwa pembahasan kali ini adalah mengenai pentingnya sebuah fire modelling dalam merancang sebuah bangunan.
Hasil diskusi pada hari jumat di mata perkuliahan arsitektur digital kemarin dapat saya simpulkan atau jabarkan informasi-informasi (tentunya dengan mempelajari artikel tersebut terlebih dahulu) adalah seperti ini...
Artikel tersebut menjabarkan bahwa dunia perstruktural telah merancang sebuah kemajuan dalam bidang teknologi dalam teknik yang dapat mengevaluasi masalah dari struktur yang memuat kasus-kasus tertentu (angin, salju, gempa bumi, keamanan) menjadi lebih sederhana.


Artikel ini juga membahas ketika desainer sekarang memikirkan dampak kebakaran pada response struktural, tetapi hasilnya masalahnya malah semakin rumit seperti kebakaran di gedung kantor biasa, dapat dengan mudah mencapai suhu 800 derajat C
ini adalah mekanisme yang belakangan ini menyebabkan runtuhnya profil bangunan tinggi seperti World Trade Center dan Torre Winsor di madrid.
Sebenarnya apa c yang terjadi...??
Menurut apa yang saya baca, keruwetan muatan api kalau di terapkan dalam kerangka tiga dimensi membuatnya teramat sulit memperhitungkan persoalan-persoalan struktural dan penyedarhanaan bentuk-bentuk persamaan menggunakan cara tradisional. oleh karena itu, hal-hal seperti itu membutuhkan software modelling element tertentu yang dapal mengevaluasi langsung persoalan-persoalan struktural bangunan yang rangkanya penuh api. fire modelling sendiri juga membekali perancang dengan gambar visual gedung secara utuh...
waaaww..disini dapat kita pelajari bahwa begitu pentingnya fire modelling dalam merancang sebuah gedung.
lanjut yaa...
Dengan menggunakan 3-D modelling, memungkinkan kita untuk mengukur di mana strategi perlindungan api se maksimal mungkin, atau membuat bentuk yang bersifat lebih tegas di situasi kebakaran. dengan begitu kita dapat mengevaluasi bagian-bagian mana yang perlu di antisipasi untuk menghadapi si
tuasi kemungkinan yang paling buruk dalam kebakaran, sehingga struktur tersebut apabila terkena oleh api tidak akan langsung kolapse. tentunya juga dengan menganalisis material sehingga kita bisa dapat sedikit berhemat.
hmm..dari yang saya baca lagi...pemeriksaan api struktural sendiri diadakan di atas empat tahap yaitu :
1. Mengidentifikasi pola api
2. Mengidentifikasi penhantar panas
3. Menganalisis mekanikal assesment
4. Menganalisis keringanan pengukuran
Study kasusnya...
Menara kantor setinggi 42 lantai dibangun di kota london. gedung ini memperbolehkan sejumlah lantai disambung ke dalam satu gerbong api, menyebabkan kemungkinan penggandaan jumlah api ke satian lantai. hal ini terjadi dibawah peraturan gedung di UK oleh karena itulah diperlukan analisis komputer tingkat lanjut. konsep dengan gagasan bentuk seperti tadi seharusnya menmbah efisiensi struktural namun tidak mempertimbangkan keamanan bangunan dari segi bahaya mengenai api. apabila kita menggunakan 3-D modelling, hasil model bisa diberikan di syarat-syarat animasi dan plot kontur yang diliputi atas geometri model hal ini memungkinkan sejumlah kasus-kasus yang sama seperti di atas dapat di analisa di waktu yang relatif pendek.
begitu....
...
Hasil diskusi pada hari jumat di mata perkuliahan arsitektur digital kemarin dapat saya simpulkan atau jabarkan informasi-informasi (tentunya dengan mempelajari artikel tersebut terlebih dahulu) adalah seperti ini...
Artikel tersebut menjabarkan bahwa dunia perstruktural telah merancang sebuah kemajuan dalam bidang teknologi dalam teknik yang dapat mengevaluasi masalah dari struktur yang memuat kasus-kasus tertentu (angin, salju, gempa bumi, keamanan) menjadi lebih sederhana.


Artikel ini juga membahas ketika desainer sekarang memikirkan dampak kebakaran pada response struktural, tetapi hasilnya masalahnya malah semakin rumit seperti kebakaran di gedung kantor biasa, dapat dengan mudah mencapai suhu 800 derajat C
ini adalah mekanisme yang belakangan ini menyebabkan runtuhnya profil bangunan tinggi seperti World Trade Center dan Torre Winsor di madrid.
Sebenarnya apa c yang terjadi...??
Menurut apa yang saya baca, keruwetan muatan api kalau di terapkan dalam kerangka tiga dimensi membuatnya teramat sulit memperhitungkan persoalan-persoalan struktural dan penyedarhanaan bentuk-bentuk persamaan menggunakan cara tradisional. oleh karena itu, hal-hal seperti itu membutuhkan software modelling element tertentu yang dapal mengevaluasi langsung persoalan-persoalan struktural bangunan yang rangkanya penuh api. fire modelling sendiri juga membekali perancang dengan gambar visual gedung secara utuh...
waaaww..disini dapat kita pelajari bahwa begitu pentingnya fire modelling dalam merancang sebuah gedung.
lanjut yaa...
Dengan menggunakan 3-D modelling, memungkinkan kita untuk mengukur di mana strategi perlindungan api se maksimal mungkin, atau membuat bentuk yang bersifat lebih tegas di situasi kebakaran. dengan begitu kita dapat mengevaluasi bagian-bagian mana yang perlu di antisipasi untuk menghadapi si
tuasi kemungkinan yang paling buruk dalam kebakaran, sehingga struktur tersebut apabila terkena oleh api tidak akan langsung kolapse. tentunya juga dengan menganalisis material sehingga kita bisa dapat sedikit berhemat.
hmm..dari yang saya baca lagi...pemeriksaan api struktural sendiri diadakan di atas empat tahap yaitu :
1. Mengidentifikasi pola api
2. Mengidentifikasi penhantar panas
3. Menganalisis mekanikal assesment
4. Menganalisis keringanan pengukuran
Study kasusnya...
Menara kantor setinggi 42 lantai dibangun di kota london. gedung ini memperbolehkan sejumlah lantai disambung ke dalam satu gerbong api, menyebabkan kemungkinan penggandaan jumlah api ke satian lantai. hal ini terjadi dibawah peraturan gedung di UK oleh karena itulah diperlukan analisis komputer tingkat lanjut. konsep dengan gagasan bentuk seperti tadi seharusnya menmbah efisiensi struktural namun tidak mempertimbangkan keamanan bangunan dari segi bahaya mengenai api. apabila kita menggunakan 3-D modelling, hasil model bisa diberikan di syarat-syarat animasi dan plot kontur yang diliputi atas geometri model hal ini memungkinkan sejumlah kasus-kasus yang sama seperti di atas dapat di analisa di waktu yang relatif pendek.
begitu....
...
